Tuesday, June 27, 2017

Kegiatan di Kampus

            
Semenjak kuliah saya sudah jarang mengupdate tulisan di blog. Padahal sayang sih, sudah beli domain tapi jarang update. Yup, saya keteteran dengan semuanya. Manajemen waktuku buruk. Saya susah membagi waktu antara organisasi, tugas kampus-tugas rumah.

            Padahal sewaktu menjadi mahasiswa baru, saya sering datang ke kegiatan-kegiatan kampus lain. Entah itu hanya melihat pameran, menyimak diskusi atau menonton akustikan. Bahkan ketika Urban Gigs lagi marak-maraknya ngadain konser tiap malam minggu saya hadir. Entah suka atau tidak. Tentu saja saya tidak nonton sendirian, saya bersama teman. Kegiatan-kegiatan di taman kota atau wisata juga saya sempatkan hadir. Saking kosongnya. Saya pun masih rajin-rajinnya masuk kelas.

Friday, April 14, 2017

Disini (Kayaknya) Ada Setan

Sejak akhir tahun, kakakku sudah jarang pulang. Dia tetap di Makassar, cuman dia sibuk. Macam-macam kayak ngerjain penelitian untuk skripsinya, dll. Makanya dia.. umm.. cari tempat tinggal yang deket dari kampus dan untungnya dapat. Bukan kost sih, kayak dia tinggal di situ karena sudah menjadi bagian dari komunitas di tempat itu.

Otomatis kamarnya sering kosong. Bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dulu dia pulangnya seminggu sekali, lama-kelamaan sudah jarang. Diantara ruangan-ruangan di rumah, kamarnya memang sejak kita kecil jarang ada yang masuk selain dia. Karena yaa.. kakakku sering ngunci kamarnya. Pokoknya ter-privasi banget lah. Lebih tepatnya kurang suka kalau ada yang masuk-masuk ke kamarnya dia.

Kamarnya juga banyak pernak-perniknya. Dulu sekitar tahun lalu, dia punya boneka beruang yang besaaarr sekali. Hadiah dari ex-nya. Tapi sudah dikasih orang, waktu saya bilang buat saya saja, dia ga mau. Kakakku gitu, barang-barang dari ex-nya biasa dibuang, dikasih orang atau ditampung dulu di keranjang nanti dipilah-pilah. Pokoknya kakakku ini tipikal cewek-cewek kebanyakan. Yang punya banyak tas, sepatu, make up, baju juga.

Nah, biasanya kalau dia balik ke rumah hanya untuk ambil barang atau ganti baju trus cabut lagi. Karena buru-buru, seringnya dia asal letakin barang. Jadinya agak berantakan. 

Suatu hari, di rumah ada keluarga mau nginap selama dua hari gitu. Kamarku dipakai kan, jadi saya ngungi. Bisa sih gabung, cuman saya lebih suka sendiri. Jadi lah, saya ke kamarnya kakakku. 

Sunday, February 26, 2017

Berteman dengan Fandy

Berteman dengan Fandy banyak memberiku pengalaman baru dan asik. Seperti nonton konser punk atau diajak main ke tempat nongkrongnya dulu waktu masih sekolah.

Waktu Fandy mau janjian ketemu sama temannya di sebuah konser punk yang cukup besar. Sampai disana, ada banyaakk sekali orang yang rambutnya berduri-duri, di cat, celananya robek-robek atau make baju tengkorak. Saya jadi penasaran pingin pegang rambutnya yang berduri-duri itu.

"Itu rambutnya dipakai apa? Hairspray?"
"Hahaha bukan lah. Makenya lem fox!"

Wow. Saya terdiam takjub.

"Mau coba pegang? Kalau mau saya panggilkan"
"Uh? Nda usah kayaknya"
"Rambutnya Fian pernah dikasih begitu"
"Masa?"
Fian itu teman kecilnya Fandy sekaligus teman main bandnya.

Monday, February 6, 2017

Lepuhan di Tanganku

Sewaktu menunggu hasul print di sekret, saya ngobrol sambil main korek. Bakar- bakar tutup aqua gelas plastik gitu kan, nah pas apinya sudah mau sampai di tanganku, saya langsung kibas ke atas. Pikiranku, apinya bakal ikut hilang kayak kalau saya bakar tisu atau kertas. Tapi yang terjadi karena yang ku bakar itu plastik, lelehan panasnya malah jatuh dan nempel di tangaku. Di kedua jempolku. Sontak, saya teriak keras sekali. Teman- teman pada nanyain kenapa. Saat tau apa yang terjadi, mereka memandangku dengan tatapan tidak percaya.

Saya sendiri juga tidak percaya.

Ku kira jika kita sudah berusia 21 tahun, kita tidak akan melakukan hal yang bodoh.

Sunday, December 25, 2016

Ngeeengg..!!


Sekarang saya sudah bisa naik motor. Meski belum bisa diajak bertarung dengan truk-truk di jalan atau kendaraan lain. Niat naik motor muncul gara-gara semua temanku pada bilang ‘masa tidak bisa naik motor?’ dengan nada yang menjatuhkan. Jadi saya belajar naik motor dengan adikku, tapi hanya satu kali. Hari-hari selanjutnya tidak pernah lagi. Sampai niat untuk mencoba lagi muncul. Saya belajar naik motor kali ini dengan motornya Fandy. Fandy mau kok ku jadikan kelinci percobaan untuk menjadi boncenganku. Meski dia belum punya asuransi. 

Saya belajar berkali-kali di tempat yang berbeda-beda. Kadang jalan keluar dari kampus ke jalan besar, jalan keluar dari rumahnya, tapi yang paling mahir waktu di daerah jalan masuk menuju kompleks perumahan elit. Kejadiannya sore jam setengah limaan. Di sana ternyata banyak orang yang foto-foto karena sunsetnya bagus dengan latar belakang sawah, ada juga yang belajar nyetir. 

Saturday, December 24, 2016


Berbicara mengenai film, saya tidak update. Apalagi kalau film sejenis superhero America saya tidak tertarik. Kayak Superman, IronMan, Ant-Man, Deadpool dan cs-annya. Paling- paling saya tau jalan ceritanya dari obrolan teman- teman atau ga sengaja dengar dari anak- anak yang sering duduk di tangga kampus.
Film- film sekarang scene-nya bisa ditebak. Jalan cerita, endingnya pun bisa ditebak juga. Soundtracknya juga nyaris sama, kekinian sekali :))
Kecuali untuk beberapa film, kayak film horror.
Jadi saya lebih suka nonton film- film era 90-an atau 2000 awal. Ceritanya lebih sederhana, soundtracknya juga bagus- bagus, ga pasaran dan scene nya juga oke. Saya suka kalau mereka janjian ketemu satu sama lain dengan menggunakan telepon rumah atau membuat janji di sekolah/ kampus untuk bertemu di suatu tempat. Pergi menggunakan sepeda, sepatu roda atau skateboard. Dan hal- hal yang sudah jarang dilakukan sekarang.
Biasanya saya cari referensi di Pinterest trus nyari synopsis dan ratingnya baru saya download. Hmm.. tapi saya belum sempat nonton film- film yang ada di laptop. Baru beberapa. Itu pun Karena jenuh dengan kegiatan di kampus. Nanti kalau sudah banyakan, saya buka postingan khusus untuk film- film itu.

Dari kamu, ada saran tambahan ga? 

Thursday, December 1, 2016

Ultah yang ke 21

Ulang tahun yang ke 21, Fandy menghadiahkanku jam tangan yang kami beli di toko punk merchandise langganannya. Waktu itu dia beli scraftnya 'Rancid', sambil menunggu saya lihat- lihat barang yang lain. Dan ada jam tangan yang bagus, tulisannya Sex Pistols. Tapi karena uangku lagi ga ada jadi belinya kapan-kapan saja.

Pulang dari toko, Fandy tiba- tiba tanya 'mau hadiah apa?'
"Jam tangan yang tadi, haha"
Dia mengiyakan.

Lusanya saat kita mau ke kampus, kita lewat jalan yang tidak biasanya. Awalnya saya tidak sadar karena melamun, memikirkan banyak hal gitu. Tapi ujung- ujungnya saya jadi sadar kalau kita mau ke toko itu. Saya sempat bilang kalau tidak jadi saja hadiahnya karena mahal. Kan lumayan kalau beli yang biasa- biasa saja bisa dapat dua. Tapi saya malah dimarahi. Katanya tidak apa-apa. Tapi jam Sex Pistols-nya sudah ga ada. Sebagai gantinya saya pilih yang NOFX, karna Fandy juga suka itu.

Ya sudah.

Tapi Fandy kasihan sih, dia kan tidak punya jam juga. Jadi saya bilang ke dia, jamnya kita pakai sama- sama saja.
Setibanya di kampus, saya mencari Andrian mau pamer gitu. Dia bilang bagus sih, tapi bikinnya gampang tinggal dimasukkan gambar NOFX-nya. Katanya dia bisa bikin.

"Masa?" saya tidak percaya

Tapi bisa saja kan Andrian iri karna tidak dibelikan juga makanya dia bilang begitu. Lihat saja pergelangan tangannya tidak ada jamnya. Tiba- tiba saya ingat Fandy mau kasih saya surat kalau saya ultah [saya yang minta sebenarnya]. Awalnya dia ga mau ngasih karena takut nanti saya tertawakan, tapi saya bujuk- bujuk akhirnya dia mau juga. Isi suratnya bikin terharu. Trus kita naik ke rooftop kampus sambil lihat sunset. Saya juga minta agar dia sendiri yang baca suratnya. Dan sekali lagi saya bilang terima kasih

Waktu saya bilang, Fandy nanti saya bikin list hadiah untuk tahun- tahun berikutnya ya. Fandy hanya bisa terdiam, mungkin ia sedang berpikir keras.