Friday, June 28, 2013

Festival Jakor 2



            Jakor? Apa itu?
            Jakor itu Festival Jepang dan Korea. Acaranya berlangsung 3 hari dari jam 11 pagi sampai jam 8 malam. Di festival ini ada macam- macam merchidance. Tapi K-POP semua.
Jadi waktu tanggal 22 Juni, hari Sabtu. Setelah terima rapor, gue pergi GTC untuk menonton festival ini. Sebenarnya ini sudah hari keduanya. Gue hampir ngga pergi, soalnya jarak antara rumahku dan GTC ini jauuuuh banget. Sempat kepikiran kenapa acaranya bukan di MP atau Mari saja sih? Kan selain dekat dengan rumahku juga lebih strategis oleh angkot. Tapi katanya biaya festival di MP itu mahal! Ouch.
            Sepertinya yang lebih dominan disana itu Korea. Ada Jepang sih, tapi kebanyakan Korea. Contohnya saja aksesoris dan merchidancenya K-Pop. Padahal yang  paling gue cari itu aksesoris Jepang. Trus ada dance yang coverin lagunya AKB48 dan JKT48. Eh, temanku ada yang ikut dance ini lho. Ada cosplay One piece, Gaara, anime- anime, samurai X, dll. Disini juga banyak stan- stan seperti, JKT48, Super Junior, kartu Yugi-Oh, Mangaka, okonomiyaki, YUI. Itu aja sih yang gue ingat.

Monday, June 24, 2013

Liburan? No where- where


            Liburan nggak ke luar daerah/ kota? Sama dong. Gue tetap di Makassar, sebenarnya pingin sih ke Sorowako tapi tapi gue nggak nabung dari dulu. Naik bus saja uangku nggak cukup. Masa liburan nggak bawa uang? Jadilah gue seperti sekarang ini. Teman- teman pada kemana gue tetap disini. Mungkin kalau lebaran gue bakal mudik. Tapi masih lama sih, puasa aja belum.
Jadi gue berusaha untuk sekreatif mungkin supaya liburan gue nggak sia- sia. Seperti sering cari festival atau tempat- tempat yang seru tapi nggak perlu biaya yang besar. kayak ke pantai, buat lukisan di kanvas, bikin scrapbook, bereksperimen dengan makanan.
Tapi ada satu tempat yang nggak boleh gue datangi. MALL!. Tempat dimana uang paling cepat keluar tanpa terasa. Meskipun alasannya untuk lihat- lihat tapi pasti ada yang dibeli. Mungkin ini salah satu pembelajaran untuk gue kalau nabung itu bukan sekedar belajar berhemat. Tapi wajib!. Padahal gue sudah bayangin mau berenang di danau, keliling- keliling Sorowako. Aaaa.. Mauuu. Meskipun gue punya tante disana , tetap aja nggak enak kalau nggak bawa uang. Karena itu sama dengan gue minta dikasihani. Nggak banget.
Mungkin ada yang bertanya kenapa nggak minta sama orang tuaku saja? Karena gue sudah minta uang untuk beli buku saat book fairnya Gramedia. Masa minta lagi? Nggak bagus ah, minta lagi.

Catatan Tengah Malam


Sekarang ini gue sedang galau abis. Ini tentang pemain futsal itu. Apakah cowok ini sangat gue suka? Jawabannya tidak. Gue Cuma terlalu berlebihan memperhatikannya. Gue emang gitu. Mungkin kalau gue nggak begitu berlebihan, gue jadi biasa aja. Tapi gue pernah baca kalau suka sama seseorang jangan terlau suka. Begitu pun sebaliknya. Karena kalau begitu yang terjadi akan terbalik. Maksudnya suka jadi benci, benci jadi suka. Gitu. Trus?

Saturday, June 22, 2013

Percakapan Antara Pachan dan Usachan



Eh kemarin aku mentionan sama cowok itu lho...

Maksudnya Ikun? Ikun yang itu?


Yap.
Ciee... Ceritanya gimana kamu bisa suka dia?

Tuesday, June 18, 2013

Kena Bola Lagi

Ternyata adik yang cakep itu seorang pemain futsal. GLEK! Gue kan paling takut sama bola. Hampir semua bola gue sudah kena. Bola basket 2 kali. Yang pertama kena di perut, yang kedua kalinya kena muka gue. Tapi rasa sakitnya itu belum seberapa dibandingkan waktu kena bola kaki. Masih untung kalau bolanya terbuat dari plastik. Kalau karet? Mampus deh gue.
            Kejadiannya setahun yang lalu. Waktu itu, gue ikut diklat jurnalistik. Salah satu syarat untuk jadi anggota KIR. Sekitar jam setengah 4, gue pergi ke masjid sama adik kelas dan zulfah (yang sekarang jadi ketua osis). Pulang dari masjid, lapangan lagi rame- ramenya oleh anak futsal. Perasaan gue mulai ngga enak.

It's You

Minggu UAS kemarin, waktu hari Rabu. Gue, A sama H (karena tidak ikut menjadi sponsor blog ini, namanya disamarkan) mejeng di depan kelas. Kita lagi menunggu teman- teman untuk remedial bersama. Saat menunggu itu, A ditawari adik kelas untuk membeli bros jualan kakaknya. Tapi, dia menolak karena memegang alasan bahwa dia laki- laki. A menyarankan supaya menawari ke gue sama H. Dari awal gue sudah menggeleng dan mundur tiga langkah. Kemudian, dia pindah menawarkan ke H, ditambah dengan rayuan ala pedagang. Melihat H yang senang dengan rayuanya, si adik kelas ini semakin gencar.

            Merasa mengganggu dan terganggu, gue pun masuk ke kelas untuk belajar di pojokan. Eh, si H malah ikut. Adik kelas juga yang tadi ikut. Gue pun pura- pura membaca dengan serius. Si H malah ikut- ikutan membaca apa yang gue baca. Adik kelas itu terus memborbardir kita berdua lagi. Tapiii... si H ini, malah merespon adik kelas dengan main- main. Dengan cara menanyakan apakah ada warna lain? Yang buat siapa? Terus keuntungannya berapa? Ya ampun, kepo nih orang. Karena nggak konsen, gue lihat ke adik kelas yang memohon ke H supaya barangnya dibeli. Niatnya sih pengen marah dan mau usir. Tapi Gue mulai perhatikan cara dia ngomong, senyum dan ketawa. Dia cakep. Banget. OMG! OMG!

Sunday, June 16, 2013

Amicissimos Aeternum!

Ini tentang sahabat gue. Namanya Nabila, sama kayak gue. Orang- orang sering tanya “nggak bingung panggil nama yang sama?”. Nggak sih, biasa aja. Tapi kalau orang yang cerita tentang kita bingung. Haha. Tapi kita suka bingung kalau orang panggil nama Nabila. Nabila siapa? Gue atau dia?
            Oiya, kita ini sudah kenal sejak kelas 1 SD. Gue ngga tahu, sahabatan sama dia sejak kapan. Tapi gue baru sadar kalau kita sudah berteman selama 10 tahun. Lama ya?
            Meskipun waktu SMP kita sempat pisah sekolah, tapi SMA nya tetap sama- sama. Di MAN 2 Model Makassar. Madrasah Aliyah Negeri favorit di Makassar *promosi.
            Nabila ini anak IPA. Orangnya pendiam banget apalagi kalau sama orang baru kenal. Dia pintar bahasa Inggris *karena les dan hitung- hitungan dari SD, soalnya Ayahnya guru matematika. Dia juga seorang vegetarian dan lumayan update soal film dibanding gue. Nabila ini lahir 2 Desember 1995 *nyadar kalau gue lebih tua. Bergolongan darah AB dan bersifat melankolis. Dulu dia seorang anak K-Pop tapi kemudian hijrah jadi Directioners, terutama Niall. Dia juga anak paskibra yang ngga aktif. Lol.
            Nah ini Nabila yang satunya. Gue anak IPS, yang sampai kiamat ngga pernah suka sama pelajaran Kimia. Dulu gue pendiam banget kayak dia, tapi sekarang sudah enggak. Masih sih, dikit. Dari kelas 5 SD gue sudah mulai ngga bisa  matematika. Inilah awal penyebabnya sampai sekarang. Pelajaran yang paling gue suka itu bahasa Jepang dan yang paling gue nggak mengerti itu matematika dan bahasa Arab. Soal buku- buku terbaru, gue lumayan update dibanding dia. Gue seorang omnivora yang lahir 15 November 1995. Bergolongan darah O dan bersifat plegmatis. Selain suka menggambar, baca buku dan komik, gue juga anggota KIR yang agak aktif. Dulu sampai sekarang, gue bukan anak K-Pop. Tapi anak- anak barat gitu. Maksudnya musik.
            Kita sama- sama suka komik. Dan paling malu kalau difoto. Buktinya, sampai sekarang foto kita berdua hanya bisa dihitung dengan jari.

            Ini ceritaku. Apa ceritamu?


Jangan Seenaknya, Pak!

Konbanwa!
            Tanggal 3 yang lalu gue Ulangan Akhir Semester (UAS). Memang sih sudah berakhir ada rasa lega sedikir, tapi kemudian yang muncul malah perasaan dumba’-dumba’ (bahasa makassar: deg- degan). Gue takut kalau ada nilai yang nggak beres, yang menyebabkan gue tinggal kelas. Huhuhuhu..
            Jadi keesokan harinya setelah UAS berakhir, gue dan teman- teman ke sekolah untuk cek nilai. Semuanya gue rasa sudah aman termasuk matematika. Kecuali satu. Nilai al-qur’an hadis gue. Ckckck... *geleng-geleng. Soalnya kalau mau diingat- ingat, waktu MID gue remedial, trus ulangan harian remedial juga dan yang parahnya lagi gue ngga pernah menghafal. Mampus deh.
            Alasan gue malas, karena gurunya suka permainkan nilai. Dan pilih kasih. Trus kalau gue bertanya atau protes tentang nilai gue diabaikan! Puncak- puncaknya nih, pas gue remedial MID Semester II. Gue dan teman- teman yang remedial dikasih tugas buat soal tanya-jawab sebanyak 40 nomor dan harus dikumpulkan besok. Malamnya Disaat teman- teman sedang asyik main twitter sambil tiduran. Gue kerja gila-gilaan *lebay. Alhasil tinta pulpen murah gue habis dan tangan gue pun keriput.
            Besoknya gue taruh buku tugas di mejanya. Sudah lamaaaaaa banget di mejanya dan belum dikembalikan gue. Seminggu sebelum UAS, dia datang mengungumkan nama- nama yang tidak setor tugas. Termasuk nama gue. Gue pun protes.
            “Pak, saya sudah kumpul tugas!”
            “Mana? Ngga ada di meja saya.”
            “Sudah lama saya kumpulnya pak.”
            “Coba kamu cari di meja saya. Jangan kembali sampai kiamat kalau bukumu tidak kau temukan.”
Lalu dia bilang lagi *Sambil menepiskan tangannya, “pokoknya kalian sumbang sajadah saja untuk masjid.” Gue dongkol. Bukan karena gue ngga mau nyumbang, tapi kenapa ngga bilang dari dulu saja kek kalau penggantinya itu?! *sambil kipas- kipas berusaha memadamkan api yang sudah muncul di belakang punggung gue. 
            Setelah pelajarnnya berakhir, gue setengah berlari menuju mejanya, ruang guru. Dengan brutal gue mengobrak- abrik mejanya *lebay lagi. Untungnya gue dapat buku gue bersama buku- buku kelas yang lain di pojokan dekat mejanya. Tapi apa yang gue terjadi? Gue nggak pernah ketemu Pak guru sampai UAS.  *Shiiitttt!! *tendang bola *gol.