Thursday, June 25, 2015

Lagu Country yang Bagus (Part II)

Ternyata mencari lagu country susah-susah gampang. Walau ada youtube, tapi saya punya kebiasaan tidak sabar untuk mendengarkan lagu yang baru pertama kali saya putar sampai selesai. Maka dari itu saya tidak sanggup update tiap bulan seperti yang saya janjikan dulu.

Di Indonesia sendiri punya penyanyi country yaitu Tantowi Yahya. Dia juga yang mendirikan CMCI (Country Musik Club Indonesia) sekitar tahun 2003, pernah punya acara di TVRI dan Metro TV juga untuk musik ini. Namun, semenjak mencalonkan diri menjadi anggota DPR di tahun 2009, fokusnya sudah pindah. Lagunya yang bagus apa ya.. hmm.. tidak ada sih menurutku. Biasa saja. Mungkin karena dia lebih ke arah ballad. Sedangkan saya lebih suka yang bertempo cepat (allegro ya?)

1. It is What It is by Nick Santino
Setelah memilih untuk bersolo karier Nick sudah mempunyai empat album. Dan lagu ini ada di dalam albumnya yang ketiga Big Skies (2014). Oh iya, jangan sampai tertipu dengan cover albumnya yang begitu country karena lagu selain It is What It is, lebih ke arah pop. Lagu ini bercerita tentangnya sewaktu ia masih kecil, bagaimana ia ingin menjadi seorang astronot, pemain sirkus serta Robin Hood. Dan ia selalu mendapatkan 'pelajaran' atas cita-citanya tersebut. 
Tapi saya masih penasaran, kira-kira suara perempuan yang menjadi suara dua di lagu ini siapa ya? Sama penasarannya dengan suara dua di On a Lonely Night semasa di ARTTM dulu 

The truth is I'm a boy just tryin' to become a man
And I'm not sure what I've got ahead of this
But I'm thankful for the hand this life has dealt in front of me
And what happens next, well it is what it is

Saturday, June 20, 2015

Tragedi Durian Mix Fanta

Dari kecil kakakku sudah tidak suka durian. Dia benci aromanya, isinya atau yang berhubungan dengan rasa durian.

Suatu ketika saat sedang musim durian, keluargaku mendapat sekarung durian dari kampung. Tentu saja semua ikut makan kecuali kakakku. Dia yang sedari tadi berada di kamarnya, keluar karena mencium aroma durian. Dia terlihat mau mencoba juga dan setelah menimbang-nimbang memilih untuk ikutan makan. Saat sementara makan, ia haus lalu teringat akan fanta bekunya yang ada di freezer. 

Dia pun mengambilnya dan langsung minum dari fanta botol berukuran kecil itu. Tidak lama dia bilang kalau perutnya panas dan serasa di aduk-aduk. Waktu itu saya cuek karena kakakku sering sakit perut, hampir tiap hari.

Kami pun kembali ke kamar masing-masing. Saat saya melewati kamarnya yang setengah terbuka, dia berdiri sementara tangannya terjulur seperti mencari pegangan.

Spontan saya menoleh dan apa yang terjadi? Kakakku langsung muntah (akibat durian yang bersifat panas bertemu dengan soda). Saya tidak tahu apa dia muntah darah atau tidak karena fanta juga berwarna merah. 

Dia tidak dibawa ke rumah sakit atau ke dokter. Karena keluargaku tidak ada yang tau kalau dia habis minum fanta setelah makan durian. Keluargaku berpikir kalau dia muntah karena hanya makan durian. Waktu itu saya juga tidak tau, bahaya yang ditimbulkan akibat makan durian lalu minum fanta. Jadi saya juga berpikir kalau dia muntah akibat durian.

Ini terjadi sekitar tahun 2008. Saya tiba-tiba teringat kejadian ini gara-gara membaca sebuah berita online. Seseorang yang meinggal akibat makan durian lalu minum coca cola.

Oh, satu hal lagi, jangan pernah makan semangka lalu makan gula merah atau sebaliknya. Jangan pernah. Selamanya jangan. Pokoknya jangan.

Thursday, June 11, 2015

Salah Duga

*berjalan bertiga disekitar kompleks : Saya, adik sepupuku dan tanteku

Ibu Tetangga : Itu siapa, bu? *menyapa sambil menyiram bunga
Tante            : Oh, ini keponakan.
Ibu Tetangga : Ga sekolah?
Tante            : Baru lulus, bu. Jadi diajak main ke sini
Ibu Tetangga : Sudah mendaftar? Sekolah disini aja
Tante            : Ini sudah lulus kok, bu
Ibu Tetangga : Lulus..? *menunggu jawaban
Tante            : Lulus SMA..
Ibu Tetangga : Oalah.. saya kira baru lulus SMP. Badannya kecil ya *liatin dari atas sampai bawah
Saya              : *melihat awan sambil berpura-pura tidak mendengar

((dengarnya antara senang dan sedih))


(cerita tahun lalu waktu umurku delapan belas, di bulan Agustus ketika saya main ke rumah tanteku.)