Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Ngeeengg..!!

Sekarang saya sudah bisa naik motor. Meski belum bisa diajak bertarung dengan truk-truk di jalan atau kendaraan lain. Niat naik motor muncul gara-gara semua temanku pada bilang ‘masa tidak bisa naik motor?’ dengan nada yang menjatuhkan. Jadi saya belajar naik motor dengan adikku, tapi hanya satu kali. Hari-hari selanjutnya tidak pernah lagi. Sampai niat untuk mencoba lagi muncul. Saya belajar naik motor kali ini dengan motornya Fandy. Fandy mau kok ku jadikan kelinci percobaan untuk menjadi boncenganku. Meski dia belum punya asuransi. 
Saya belajar berkali-kali di tempat yang berbeda-beda. Kadang jalan keluar dari kampus ke jalan besar, jalan keluar dari rumahnya, tapi yang paling mahir waktu di daerah jalan masuk menuju kompleks perumahan elit. Kejadiannya sore jam setengah limaan. Di sana ternyata banyak orang yang foto-foto karena sunsetnya bagus dengan latar belakang sawah, ada juga yang belajar nyetir. 
Berbicara mengenai film, saya tidak update. Apalagi kalau film sejenis superhero America saya tidak tertarik. Kayak Superman, IronMan, Ant-Man, Deadpool dan cs-annya. Paling- paling saya tau jalan ceritanya dari obrolan teman- teman atau ga sengaja dengar dari anak- anak yang sering duduk di tangga kampus. Film- film sekarang scene-nya bisa ditebak. Jalan cerita, endingnya pun bisa ditebak juga. Soundtracknya juga nyaris sama, kekinian sekali :)) Kecuali untuk beberapa film, kayak film horror. Jadi saya lebih suka nonton film- film era 90-an atau 2000 awal. Ceritanya lebih sederhana, soundtracknya juga bagus- bagus, ga pasaran dan scene nya juga oke. Saya suka kalau mereka janjian ketemu satu sama lain dengan menggunakan telepon rumah atau membuat janji di sekolah/ kampus untuk bertemu di suatu tempat. Pergi menggunakan sepeda, sepatu roda atau skateboard. Dan hal- hal yang sudah jarang dilakukan sekarang. Biasanya saya cari referensi di Pinterest trus nyari synopsis dan ratingnya baru s…

Ultah yang ke 21

Ulang tahun yang ke 21, Fandy menghadiahkanku jam tangan yang kami beli di toko punk merchandise langganannya. Waktu itu dia beli scraftnya 'Rancid', sambil menunggu saya lihat- lihat barang yang lain. Dan ada jam tangan yang bagus, tulisannya Sex Pistols. Tapi karena uangku lagi ga ada jadi belinya kapan-kapan saja.

Pulang dari toko, Fandy tiba- tiba tanya 'mau hadiah apa?'
"Jam tangan yang tadi, haha"
Dia mengiyakan.

Lusanya saat kita mau ke kampus, kita lewat jalan yang tidak biasanya. Awalnya saya tidak sadar karena melamun, memikirkan banyak hal gitu. Tapi ujung- ujungnya saya jadi sadar kalau kita mau ke toko itu. Saya sempat bilang kalau tidak jadi saja hadiahnya karena mahal. Kan lumayan kalau beli yang biasa- biasa saja bisa dapat dua. Tapi saya malah dimarahi. Katanya tidak apa-apa. Tapi jam Sex Pistols-nya sudah ga ada. Sebagai gantinya saya pilih yang NOFX, karna Fandy juga suka itu.
Ya sudah.
Tapi Fandy kasihan sih, dia kan tidak punya jam juga. …

Celana Robek-robek

Tiap Fandy pergi dengan celana robek-robeknya, saya jadi pingin coba juga. Satu kali, Fandy datang ke rumah dengan celana robeknya, waktu itu kita mau pergi ke Benteng tapi Fandy menunggu dulu di ruang baca di rumah, eh ternyata ada ayahku sedang duduk di situ. Celana robeknya Fandy pun jadi pusat utama. Kening ayahku langsung berkerut, untung saja Fandy tidak dipelototi. 
[tapi sekarang celana robek-robeknya sudah dijadikan celana pendek karena celananya sudah terlalu robek sekali]

Nih, Pakai Sandal Ku Saja

Pengkaderan UKM diadakan bulan Oktober 2015 yang lalu, di kelas yang ikut sekitar sepuluh orang. Termasuk saya dan Fandy. Pengkaderannya diadakan di Pantai Tanjung Bayang. Seru sih, tapi waktu itu saya pasif dan banyakan diamnya karena masih sungkan dengan senior disana. Karena diadakan di pantai, pikiranku tidak bakal mau make sepatu kets. jadi saya pakai sandal jepit swallow. Tapi ternyata pada make sepatu semua. Duh, rasanya langsung mau pulang ganti dengan sepatu juga. Trus Fandy tanya, “Kenapa?”karena saya terlihat celingak-celinguk gitu. “Tidak ada yang pake sandal jepit.” jawabku. Fandy terdiam sejenak. “Ya, sudah. Sini tukaran” Saya jadinya make sandal gunungnya Fandy. Dan ukuran kakinya besar sekali, saya jadi agak terseok-seok. “Tidak apa-apa?” tanyaku memastikan Dia menjawab iya sambil terkekeh-kekeh.

Trus temanku yang cewe, lihat. Dia bilang mau juga, pakai sandalnya Fandy. Tapi saya tidak mau kasih. Dia bilang, dia cemburu. Biar dia bilang begitu, saya tetap tidak mau kasih. Ini…

Pertama Kali Nonton Konser

Semenjak saya punya teman baik yang bisa diandalkan, nyaris tiap weekend saya main keluar. Konser pertama yang saya nonton itu di Monumen Mandala. Seumur-umur saya belum pernah nonton konser atau pertunjukan apalah. Maklumlah, saya anaknya ga suka keramaian dan hiruk-pikuk. Tapi karena waktu itu diajakin dan lagi kosong, jadi ikutan. Saya lupa yang manggung waktu itu apa-apa saja.  Sampai disana sudah lumayan ramai. Keliling lihat-lihat pameran juga sudah. Awalnya kita masih asyik ngobrol gitu kan, lama-kelamaan saya terdiam. "Kok diam?" tanya temanku "He?" "Saya tanya, kenapa diam" "Oh..itu..ternyata ramai sekali disini" "Ya iyalah. Namanya juga konser." "Pulang yuk, hehehe" saya cengengesan sambil menarik-narik kecil ujung jaketnya. "Astaga! Konsernya saja belum dimulai. Kenapa mau ikut? Harusnya tinggal di rumah saja kalau begitu" "Yaa..bercanda kok" saya bohong. "Tuh, sudah mau tampil band yang pertama. Ayo…

Yeay, Punya Domain Sendiri!

Beberapa hari yang lalu saya buat domain sendiri di Indowebster. Mumpung sisa uang THR masih ada. Syukurlah nama yang ku pilih masih tersedia, jadi namanya ga perlu aneh-aneh macam url blog ini. Sebenarnya, url blog ini mau saya ganti dengan domain yang baru, tapi setelah ku pertimbangkan, domain yang baru itu untuk blog atau website ku yang baru saja. Yang rencananya akan ku isi dengan profesional, haha. Jadi saya masih menggambar sketsa kasar untuk desain web itu. Sekalian nanya-nanya blogger yang sudah pro atau berkunjung ke website-website yang desainnya keren. 

Jadi Mak Comblang

Tanpa sengaja aku sering menceritakan kakakku pada orang yang sering ngobrol denganku. Meski orang itu hanya sebatas bertanya apa aku punya kakak dan kuliah dimana, tapi jawabanku akan sangat panjang hanya karena itu. Seperti kesibukannya sekarang bahkan beberapa pengalaman yang pernah ia ceritakan kepadaku, aku ceritakan kembali. Tentu saja bukan semacam pengalaman ‘aib’. Aku sudah bisa bedakan, aku kan sudah dewasa. Umurku sudah 20 tahun sekarang.
Ada kebanggaan tersendiri kalau orang-orang kagum terhadap kakakku, yah meski risikonya aku harus dibandingkan atau dipertanyakan mengapa kami berbeda. Tenang saja aku sudah kebal dengan hal seperti itu.
Sampai suatu ketika teman seangkatanku namun beda jurusan ingin melihat kakakku. Awalnya hanya bercanda apalagi kalau teman-teman pada ngumpul. Tapi lama-kelamaan dia serius. Dia sering menanyakan hal-hal tentang kakakku kalau teman-teman sedang tidak ada.
Aku bercerita bahwa sebulan terakhir kami jarang bertemu sebab dia sangat sibuk hingg…