Sunday, December 25, 2016

Ngeeengg..!!


Sekarang saya sudah bisa naik motor. Meski belum bisa diajak bertarung dengan truk-truk di jalan atau kendaraan lain. Niat naik motor muncul gara-gara semua temanku pada bilang ‘masa tidak bisa naik motor?’ dengan nada yang menjatuhkan. Jadi saya belajar naik motor dengan adikku, tapi hanya satu kali. Hari-hari selanjutnya tidak pernah lagi. Sampai niat untuk mencoba lagi muncul. Saya belajar naik motor kali ini dengan motornya Fandy. Fandy mau kok ku jadikan kelinci percobaan untuk menjadi boncenganku. Meski dia belum punya asuransi. 

Saya belajar berkali-kali di tempat yang berbeda-beda. Kadang jalan keluar dari kampus ke jalan besar, jalan keluar dari rumahnya, tapi yang paling mahir waktu di daerah jalan masuk menuju kompleks perumahan elit. Kejadiannya sore jam setengah limaan. Di sana ternyata banyak orang yang foto-foto karena sunsetnya bagus dengan latar belakang sawah, ada juga yang belajar nyetir. 

Saturday, December 24, 2016


Berbicara mengenai film, saya tidak update. Apalagi kalau film sejenis superhero America saya tidak tertarik. Kayak Superman, IronMan, Ant-Man, Deadpool dan cs-annya. Paling- paling saya tau jalan ceritanya dari obrolan teman- teman atau ga sengaja dengar dari anak- anak yang sering duduk di tangga kampus.
Film- film sekarang scene-nya bisa ditebak. Jalan cerita, endingnya pun bisa ditebak juga. Soundtracknya juga nyaris sama, kekinian sekali :))
Kecuali untuk beberapa film, kayak film horror.
Jadi saya lebih suka nonton film- film era 90-an atau 2000 awal. Ceritanya lebih sederhana, soundtracknya juga bagus- bagus, ga pasaran dan scene nya juga oke. Saya suka kalau mereka janjian ketemu satu sama lain dengan menggunakan telepon rumah atau membuat janji di sekolah/ kampus untuk bertemu di suatu tempat. Pergi menggunakan sepeda, sepatu roda atau skateboard. Dan hal- hal yang sudah jarang dilakukan sekarang.
Biasanya saya cari referensi di Pinterest trus nyari synopsis dan ratingnya baru saya download. Hmm.. tapi saya belum sempat nonton film- film yang ada di laptop. Baru beberapa. Itu pun Karena jenuh dengan kegiatan di kampus. Nanti kalau sudah banyakan, saya buka postingan khusus untuk film- film itu.

Dari kamu, ada saran tambahan ga? 

Thursday, December 1, 2016

Ultah yang ke 21

Ulang tahun yang ke 21, Fandy menghadiahkanku jam tangan yang kami beli di toko punk merchandise langganannya. Waktu itu dia beli scraftnya 'Rancid', sambil menunggu saya lihat- lihat barang yang lain. Dan ada jam tangan yang bagus, tulisannya Sex Pistols. Tapi karena uangku lagi ga ada jadi belinya kapan-kapan saja.

Pulang dari toko, Fandy tiba- tiba tanya 'mau hadiah apa?'
"Jam tangan yang tadi, haha"
Dia mengiyakan.

Lusanya saat kita mau ke kampus, kita lewat jalan yang tidak biasanya. Awalnya saya tidak sadar karena melamun, memikirkan banyak hal gitu. Tapi ujung- ujungnya saya jadi sadar kalau kita mau ke toko itu. Saya sempat bilang kalau tidak jadi saja hadiahnya karena mahal. Kan lumayan kalau beli yang biasa- biasa saja bisa dapat dua. Tapi saya malah dimarahi. Katanya tidak apa-apa. Tapi jam Sex Pistols-nya sudah ga ada. Sebagai gantinya saya pilih yang NOFX, karna Fandy juga suka itu.

Ya sudah.

Tapi Fandy kasihan sih, dia kan tidak punya jam juga. Jadi saya bilang ke dia, jamnya kita pakai sama- sama saja.
Setibanya di kampus, saya mencari Andrian mau pamer gitu. Dia bilang bagus sih, tapi bikinnya gampang tinggal dimasukkan gambar NOFX-nya. Katanya dia bisa bikin.

"Masa?" saya tidak percaya

Tapi bisa saja kan Andrian iri karna tidak dibelikan juga makanya dia bilang begitu. Lihat saja pergelangan tangannya tidak ada jamnya. Tiba- tiba saya ingat Fandy mau kasih saya surat kalau saya ultah [saya yang minta sebenarnya]. Awalnya dia ga mau ngasih karena takut nanti saya tertawakan, tapi saya bujuk- bujuk akhirnya dia mau juga. Isi suratnya bikin terharu. Trus kita naik ke rooftop kampus sambil lihat sunset. Saya juga minta agar dia sendiri yang baca suratnya. Dan sekali lagi saya bilang terima kasih

Waktu saya bilang, Fandy nanti saya bikin list hadiah untuk tahun- tahun berikutnya ya. Fandy hanya bisa terdiam, mungkin ia sedang berpikir keras.