Sunday, December 25, 2016

Ngeeengg..!!


Sekarang saya sudah bisa naik motor. Meski belum bisa diajak bertarung dengan truk-truk di jalan atau kendaraan lain. Niat naik motor muncul gara-gara semua temanku pada bilang ‘masa tidak bisa naik motor?’ dengan nada yang menjatuhkan. Jadi saya belajar naik motor dengan adikku, tapi hanya satu kali. Hari-hari selanjutnya tidak pernah lagi. Sampai niat untuk mencoba lagi muncul. Saya belajar naik motor kali ini dengan motornya Fandy. Fandy mau kok ku jadikan kelinci percobaan untuk menjadi boncenganku. Meski dia belum punya asuransi. 

Saya belajar berkali-kali di tempat yang berbeda-beda. Kadang jalan keluar dari kampus ke jalan besar, jalan keluar dari rumahnya, tapi yang paling mahir waktu di daerah jalan masuk menuju kompleks perumahan elit. Kejadiannya sore jam setengah limaan. Di sana ternyata banyak orang yang foto-foto karena sunsetnya bagus dengan latar belakang sawah, ada juga yang belajar nyetir. 

Saat sedang santai-santainya bawa motor, tiba-tiba Fandy mengambil alih rem. Saya kaget. Dia bilang putar cepat, kita sudah masuk arena balapan liar. Lha, pantasan sepi trus di depan banyak orang yang berdiri di pinggir. Arena balap rupanya. 

Ya sudah kita putar arah.

Trus saya bawa motor lagi. Dan waktu saya tanya Fandy sepanjang jalan, kok tidak ada suaranya. Pas saya nengok, eh orangnya sudah ga ada. Huhu. Ternyata waktu saya mutar di gerbang masuk, dia turun. Jadinya kan saya ngomong sendiri. 

Kalau saya bawa motor, saya masih sering rem depan. Lupa kalau ada rem kaki. Untung fandy ga mabok. Tapi kasian, pahanya sering terkilir kalau saya hilang keseimbangan.

Waktu kita pergi ke Bone bertiga, pulangnya saya yang bawa motor. Jalannya sepi dan lurus-lurus saja, jadi berani. Yah, meski kadang satu-dua truk lewat. Saya sama Fandy, Andrian bawa motor sendiri. Kita sudah ajak Randy sama Fadly juga tapi mereka ga mau ikut, ya sudah Andrian solo karir.. 

Tapi kalau sudah masuk perbatasan atau jalan poros, saya kembali dibonceng lagi. Naik motor ternyata enak ya kalau jalannya lurus-lurus saja dan sepi. 

1 comment:

  1. Hehehehe. Yah, paling ngga udah nyoba belajar naik motor ya. Berjuang terus, Kawan!

    ReplyDelete