Skip to main content

Ultah yang ke 21

Ulang tahun yang ke 21, Fandy menghadiahkanku jam tangan yang kami beli di toko punk merchandise langganannya. Waktu itu dia beli scraftnya 'Rancid', sambil menunggu saya lihat- lihat barang yang lain. Dan ada jam tangan yang bagus, tulisannya Sex Pistols. Tapi karena uangku lagi ga ada jadi belinya kapan-kapan saja.

Pulang dari toko, Fandy tiba- tiba tanya 'mau hadiah apa?'
"Jam tangan yang tadi, haha"
Dia mengiyakan.

Lusanya saat kita mau ke kampus, kita lewat jalan yang tidak biasanya. Awalnya saya tidak sadar karena melamun, memikirkan banyak hal gitu. Tapi ujung- ujungnya saya jadi sadar kalau kita mau ke toko itu. Saya sempat bilang kalau tidak jadi saja hadiahnya karena mahal. Kan lumayan kalau beli yang biasa- biasa saja bisa dapat dua. Tapi saya malah dimarahi. Katanya tidak apa-apa. Tapi jam Sex Pistols-nya sudah ga ada. Sebagai gantinya saya pilih yang NOFX, karna Fandy juga suka itu.

Ya sudah.

Tapi Fandy kasihan sih, dia kan tidak punya jam juga. Jadi saya bilang ke dia, jamnya kita pakai sama- sama saja.
Setibanya di kampus, saya mencari Andrian mau pamer gitu. Dia bilang bagus sih, tapi bikinnya gampang tinggal dimasukkan gambar NOFX-nya. Katanya dia bisa bikin.

"Masa?" saya tidak percaya

Tapi bisa saja kan Andrian iri karna tidak dibelikan juga makanya dia bilang begitu. Lihat saja pergelangan tangannya tidak ada jamnya. Tiba- tiba saya ingat Fandy mau kasih saya surat kalau saya ultah [saya yang minta sebenarnya]. Awalnya dia ga mau ngasih karena takut nanti saya tertawakan, tapi saya bujuk- bujuk akhirnya dia mau juga. Isi suratnya bikin terharu. Trus kita naik ke rooftop kampus sambil lihat sunset. Saya juga minta agar dia sendiri yang baca suratnya. Dan sekali lagi saya bilang terima kasih

Waktu saya bilang, Fandy nanti saya bikin list hadiah untuk tahun- tahun berikutnya ya. Fandy hanya bisa terdiam, mungkin ia sedang berpikir keras.

Comments

  1. Ciiie ada yg Ultah.,,
    Smoga diberikan umur panjang yang dipenuhi dengan keberkahan,..
    selalu diberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat..
    aaamiiin...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Playlist Buat Kamu yang Rindu Rumah

Sejauh apapun kita pergi, ujung- ujungnya pasti tetap kangen rumah. Entah suasananya atau kebersamaan bersama keluarga . Rumah memang punya magnet tersendiri yang selalu menarik kita untuk kembali pulang. Memang sih ngga semua liriknya pas, tapi yang penting ada kata 'home-home'nya lah. Hihi. Semoga beberapa lagu ini bisa mengobati rasa rindu kalian terhadap rumah!

Gagal di SBMPTN Kedua

Saya mulai belajar SBMPTN tanggal 4 April. Untuk alumni sepertiku, itu sudah termasuk terlambat. Seharusnya saya mulai belajar sejak tahun lalu Desember 2014 lah. Tapi keinginan untuk mempelajari kembali materi SBMPTN baru mucul di bulan Maret 2015! Entah setan apa yang merasuki ku. Sebab sebelum bulan April tiap buka materinya tuh, bawaannya ngatuk dan nguap-nguap terus. Mungkin karena saya belajar dan berjuangnya sudah sendirian. Tahun lalu kan masih pada terhubung sama teman-teman, berbagi informasi-informasi, ada teman cerita. Meski teman-teman baikku sering menyemangati, tetap terasa berbeda. Saya merasa seperti ditinggalkan sementara mereka terus melaju bersama.
Tanggal 4 April saya sudah belajar serius walau frekuensi antara ngatuk-nguap-nguap berbanding lurus dengan materi yang saya baca per-halaman. Saya pun memutuskan bangun tiap jam dua pagi untuk shalat malam trus belajar sampai subuh sambil memutar instrumental di youtube, enak belajar jam segitu. Tenang dan Sunyi, saking…

Gue Dicakar Setan!!

Sudah jam 00:20 WITA. Tapi, gue ngga ngantuk, padahal gue ngga tidur siang dan kemarin gue baru tidur jam 02.30 WITA. Mungkin ini efek karena gue libur panjang. Malam ini juga gue bingung mau nulis apaan. Tunggu ya, gue ingat-ingat kejadian yang menarik.             Hmmm.....             Uhmm...             Ah! Gue ingat. Beberapa hari yang lalu, gue bangun pagi dengan seperti biasa. Pergi ke sekolah biasa. Pulang sekolah juga masih tetap biasa. Nah. Pas gue mau tidur dan cuci muka, gue lihat ke arah pipi gue yang dekat leher. Garis merah panjang. Seperti habis dicakar sesuatu.             Spontan gue lihat ke arah kuku gue. Pendek. Gue perhatiin sekali lagi bekas cakaran. Kalau memang gue mencakar pas tidur atau gue dicakar sama saudara gue, mestinya bentuknya ngga kayak gini. Ini tuh berbentuk cakaran yang panjang. Tapi Cuma segaris. Dan dalam. Seperti dicakar sesuatu. Tapi ngga perih.             Gue pun mengintrogasi anggota keluarga gue tanpa terkecuali. Jawabannya sama …