Wednesday, July 19, 2017

Aksi Mahasiswa

Ya ya ya... saya sebenarnya enggan membahas masalah aksi mahasiswa turun ke jalan, dsb. Saya tidak berniat membahas tentang apa penyebab aksinya. Terlalu panjang serta bertele-tele.

Yang ingin saya ungkapkan di postingan kali ini ialah pasca kejadian. Terlepas dari berhasil tidaknya aksi itu. Saya sedikit heran dengan beberapa mahasiswa di kampus yang setelah melakukan aksinya tersebut, mereka memposting dirinya di instagram sedang aksi.

Lebih tepatnya lagi memegang megaphone.

Monday, July 17, 2017

Dikala Waktu Senggang

Sebenarnya kalau kemana-mana saya lebih suka kalau pakai kemeja trus lengannya digulung (tambahan sweater kalau dingin), pakai celana jeans, sepatu converse 3/4 atau semata kaki, pakai gelang pemberian orang-orang sambil pakai tas selempang. Yang isinya seperti buku bacaan, walkman, sketchbook, satu-dua buah pensil dan pulpen, buku catatan kecil dan hp senter-senteran (android sudah rusak). Jika ada sepeda, mungkin saya akan memilih mengendarai itu juga.

Suatu ketika saat sedang merebahkan badan di suatu dermaga pantai, saya nanya "Kira-kira, kalau sudah nikah dan penampilanku masih begini, boleh tidak?"

Menurutnya, boleh-boleh saja.
Asal bisa menempatkan pada situasi, tentu saja.

Sunday, July 2, 2017

Tidak Ada Rumah Sakit Negeri

Fandy : Kalau rumah sakit milik swasta memang kualitasnya lebih bagus, dari segi pelayanannya terutama.

Saya   : Oh? Kenapa dengan rumah sakit negeri?

Fandy : Negeri? Pemerintah maksudnya?

Saya   : Ya itu

(Biasanya kan kata swasta berlawanan dengan negeri)

Tuesday, June 27, 2017

Kegiatan di Kampus

            
Semenjak kuliah saya sudah jarang mengupdate tulisan di blog. Padahal sayang sih, sudah beli domain tapi jarang update. Yup, saya keteteran dengan semuanya. Manajemen waktuku buruk. Saya susah membagi waktu antara organisasi, tugas kampus-tugas rumah.

            Padahal sewaktu menjadi mahasiswa baru, saya sering datang ke kegiatan-kegiatan kampus lain. Entah itu hanya melihat pameran, menyimak diskusi atau menonton akustikan. Bahkan ketika Urban Gigs lagi marak-maraknya ngadain konser tiap malam minggu saya hadir. Entah suka atau tidak. Tentu saja saya tidak nonton sendirian, saya bersama teman. Kegiatan-kegiatan di taman kota atau wisata juga saya sempatkan hadir. Saking kosongnya. Saya pun masih rajin-rajinnya masuk kelas.

Friday, April 14, 2017

Disini (Kayaknya) Ada Setan

Sejak akhir tahun, kakakku sudah jarang pulang. Dia tetap di Makassar, cuman dia sibuk. Macam-macam kayak ngerjain penelitian untuk skripsinya, dll. Makanya dia.. umm.. cari tempat tinggal yang deket dari kampus dan untungnya dapat. Bukan kost sih, kayak dia tinggal di situ karena sudah menjadi bagian dari komunitas di tempat itu.

Otomatis kamarnya sering kosong. Bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dulu dia pulangnya seminggu sekali, lama-kelamaan sudah jarang. Diantara ruangan-ruangan di rumah, kamarnya memang sejak kita kecil jarang ada yang masuk selain dia. Karena yaa.. kakakku sering ngunci kamarnya. Pokoknya ter-privasi banget lah. Lebih tepatnya kurang suka kalau ada yang masuk-masuk ke kamarnya dia.

Kamarnya juga banyak pernak-perniknya. Dulu sekitar tahun lalu, dia punya boneka beruang yang besaaarr sekali. Hadiah dari ex-nya. Tapi sudah dikasih orang, waktu saya bilang buat saya saja, dia ga mau. Kakakku gitu, barang-barang dari ex-nya biasa dibuang, dikasih orang atau ditampung dulu di keranjang nanti dipilah-pilah. Pokoknya kakakku ini tipikal cewek-cewek kebanyakan. Yang punya banyak tas, sepatu, make up, baju juga.

Nah, biasanya kalau dia balik ke rumah hanya untuk ambil barang atau ganti baju trus cabut lagi. Karena buru-buru, seringnya dia asal letakin barang. Jadinya agak berantakan. 

Suatu hari, di rumah ada keluarga mau nginap selama dua hari gitu. Kamarku dipakai kan, jadi saya ngungi. Bisa sih gabung, cuman saya lebih suka sendiri. Jadi lah, saya ke kamarnya kakakku. 

Sunday, February 26, 2017

Berteman dengan Fandy

Berteman dengan Fandy banyak memberiku pengalaman baru dan asik. Seperti nonton konser punk atau diajak main ke tempat nongkrongnya dulu waktu masih sekolah.

Waktu Fandy mau janjian ketemu sama temannya di sebuah konser punk yang cukup besar. Sampai disana, ada banyaakk sekali orang yang rambutnya berduri-duri, di cat, celananya robek-robek atau make baju tengkorak. Saya jadi penasaran pingin pegang rambutnya yang berduri-duri itu.

"Itu rambutnya dipakai apa? Hairspray?"
"Hahaha bukan lah. Makenya lem fox!"

Wow. Saya terdiam takjub.

"Mau coba pegang? Kalau mau saya panggilkan"
"Uh? Nda usah kayaknya"
"Rambutnya Fian pernah dikasih begitu"
"Masa?"
Fian itu teman kecilnya Fandy sekaligus teman main bandnya.

Monday, February 6, 2017

Lepuhan di Tanganku

Sewaktu menunggu hasul print di sekret, saya ngobrol sambil main korek. Bakar- bakar tutup aqua gelas plastik gitu kan, nah pas apinya sudah mau sampai di tanganku, saya langsung kibas ke atas. Pikiranku, apinya bakal ikut hilang kayak kalau saya bakar tisu atau kertas. Tapi yang terjadi karena yang ku bakar itu plastik, lelehan panasnya malah jatuh dan nempel di tangaku. Di kedua jempolku. Sontak, saya teriak keras sekali. Teman- teman pada nanyain kenapa. Saat tau apa yang terjadi, mereka memandangku dengan tatapan tidak percaya.

Saya sendiri juga tidak percaya.

Ku kira jika kita sudah berusia 21 tahun, kita tidak akan melakukan hal yang bodoh.