Skip to main content

Berteman dengan Fandy

Berteman dengan Fandy banyak memberiku pengalaman baru dan asik. Seperti nonton konser punk atau diajak main ke tempat nongkrongnya dulu waktu masih sekolah.

Waktu Fandy mau janjian ketemu sama temannya di sebuah konser punk yang cukup besar. Sampai disana, ada banyaakk sekali orang yang rambutnya berduri-duri, di cat, celananya robek-robek atau make baju tengkorak. Saya jadi penasaran pingin pegang rambutnya yang berduri-duri itu.

"Itu rambutnya dipakai apa? Hairspray?"
"Hahaha bukan lah. Makenya lem fox!"

Wow. Saya terdiam takjub.

"Mau coba pegang? Kalau mau saya panggilkan"
"Uh? Nda usah kayaknya"
"Rambutnya Fian pernah dikasih begitu"
"Masa?"
Fian itu teman kecilnya Fandy sekaligus teman main bandnya.



Fandy mengangguk mengiyakan.

"Itu yang berdiri disana bikin apa?"
"Mana? Oh, mereka ga punya tiket"
"Jadi berdirinya sampai kapan?"
"Nanti juga bakal dikasih masuk kok sama petugasnya. Kalo konser punk emang gitu. Dan mereka yang bergerombol disana, biasanya dari daerah. Tebak mereka naik apa?"
"Apa?"
"Dengan modal menumpang di truck, pick up, dll. Bahkan bisa berjalan kaki kalo ga dapat"

Wow Amazing

"Gpp nih menunggu agak lama?"
"Iyaa"

Setengah jam kemudian, temennya Fandy datang dan kita pulang.
"Seandainya saya bawa uang lebih, kita masuk nonton di dalam"
"Iya"

Comments

  1. Wih! Ini potongan cerita pengalaman yang menimbulkan banyak pertanyaan. Siapa? Lagi ngapain? Kok bisa? Wah ada2 aja? Ih kok mereka bisa gitu ya? Dll. Hahaha.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Playlist Buat Kamu yang Rindu Rumah

Sejauh apapun kita pergi, ujung- ujungnya pasti tetap kangen rumah. Entah suasananya atau kebersamaan bersama keluarga . Rumah memang punya magnet tersendiri yang selalu menarik kita untuk kembali pulang. Memang sih ngga semua liriknya pas, tapi yang penting ada kata 'home-home'nya lah. Hihi. Semoga beberapa lagu ini bisa mengobati rasa rindu kalian terhadap rumah!

Gagal di SBMPTN Kedua

Saya mulai belajar SBMPTN tanggal 4 April. Untuk alumni sepertiku, itu sudah termasuk terlambat. Seharusnya saya mulai belajar sejak tahun lalu Desember 2014 lah. Tapi keinginan untuk mempelajari kembali materi SBMPTN baru mucul di bulan Maret 2015! Entah setan apa yang merasuki ku. Sebab sebelum bulan April tiap buka materinya tuh, bawaannya ngatuk dan nguap-nguap terus. Mungkin karena saya belajar dan berjuangnya sudah sendirian. Tahun lalu kan masih pada terhubung sama teman-teman, berbagi informasi-informasi, ada teman cerita. Meski teman-teman baikku sering menyemangati, tetap terasa berbeda. Saya merasa seperti ditinggalkan sementara mereka terus melaju bersama.
Tanggal 4 April saya sudah belajar serius walau frekuensi antara ngatuk-nguap-nguap berbanding lurus dengan materi yang saya baca per-halaman. Saya pun memutuskan bangun tiap jam dua pagi untuk shalat malam trus belajar sampai subuh sambil memutar instrumental di youtube, enak belajar jam segitu. Tenang dan Sunyi, saking…

Gue Dicakar Setan!!

Sudah jam 00:20 WITA. Tapi, gue ngga ngantuk, padahal gue ngga tidur siang dan kemarin gue baru tidur jam 02.30 WITA. Mungkin ini efek karena gue libur panjang. Malam ini juga gue bingung mau nulis apaan. Tunggu ya, gue ingat-ingat kejadian yang menarik.             Hmmm.....             Uhmm...             Ah! Gue ingat. Beberapa hari yang lalu, gue bangun pagi dengan seperti biasa. Pergi ke sekolah biasa. Pulang sekolah juga masih tetap biasa. Nah. Pas gue mau tidur dan cuci muka, gue lihat ke arah pipi gue yang dekat leher. Garis merah panjang. Seperti habis dicakar sesuatu.             Spontan gue lihat ke arah kuku gue. Pendek. Gue perhatiin sekali lagi bekas cakaran. Kalau memang gue mencakar pas tidur atau gue dicakar sama saudara gue, mestinya bentuknya ngga kayak gini. Ini tuh berbentuk cakaran yang panjang. Tapi Cuma segaris. Dan dalam. Seperti dicakar sesuatu. Tapi ngga perih.             Gue pun mengintrogasi anggota keluarga gue tanpa terkecuali. Jawabannya sama …