Skip to main content

Disini (Kayaknya) Ada Setan

Sejak akhir tahun, kakakku sudah jarang pulang. Dia tetap di Makassar, cuman dia sibuk. Macam-macam kayak ngerjain penelitian untuk skripsinya, dll. Makanya dia.. umm.. cari tempat tinggal yang deket dari kampus dan untungnya dapat. Bukan kost sih, kayak dia tinggal di situ karena sudah menjadi bagian dari komunitas di tempat itu.

Otomatis kamarnya sering kosong. Bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dulu dia pulangnya seminggu sekali, lama-kelamaan sudah jarang. Diantara ruangan-ruangan di rumah, kamarnya memang sejak kita kecil jarang ada yang masuk selain dia. Karena yaa.. kakakku sering ngunci kamarnya. Pokoknya ter-privasi banget lah. Lebih tepatnya kurang suka kalau ada yang masuk-masuk ke kamarnya dia.

Kamarnya juga banyak pernak-perniknya. Dulu sekitar tahun lalu, dia punya boneka beruang yang besaaarr sekali. Hadiah dari ex-nya. Tapi sudah dikasih orang, waktu saya bilang buat saya saja, dia ga mau. Kakakku gitu, barang-barang dari ex-nya biasa dibuang, dikasih orang atau ditampung dulu di keranjang nanti dipilah-pilah. Pokoknya kakakku ini tipikal cewek-cewek kebanyakan. Yang punya banyak tas, sepatu, make up, baju juga.

Nah, biasanya kalau dia balik ke rumah hanya untuk ambil barang atau ganti baju trus cabut lagi. Karena buru-buru, seringnya dia asal letakin barang. Jadinya agak berantakan. 

Suatu hari, di rumah ada keluarga mau nginap selama dua hari gitu. Kamarku dipakai kan, jadi saya ngungi. Bisa sih gabung, cuman saya lebih suka sendiri. Jadi lah, saya ke kamarnya kakakku. 

Waktu buka pintu kamarnya, auranya sudah rada ga enak. Bawaannya gelisah terus. Dan sudah dari dulu, tiap saya tidur pasti malam pertamanya mimpi buruk yang asli kayak nyata. 

Dugaanku yang huni selama kamarnya kosong, itu makhluk halusnya laki-laki. 

Kenapa? Pernah saya tidur dan merasa ada yang tindis. Bukan ketindisan ya. Seperti ada beban berat di atas badanku. Trus dia kayak cium-cium leherku. Saya jadi setengah sadar gitu kan, pas buka mata ada sosok bayangan besar. Saya langsung menepis-nepis bayangan di depanku trus lari keluar kamar. 

Itu kejadian yang paling ekstrem menurutku. Selebihnya cuma bau-bauan, mimpi atau auranya ga enak. 

Comments

  1. Saya juga sering kejadian seperti itu bahkan kemarin malam rasanya saya seperti berbicara kepada satu makhluk astral. so i guess kita jangan ambil tindakan yang aneh aneh dan lebih baik mendekatkan diri kepada tuhan yang maha kuasa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

5 Playlist Buat Kamu yang Rindu Rumah

Sejauh apapun kita pergi, ujung- ujungnya pasti tetap kangen rumah. Entah suasananya atau kebersamaan bersama keluarga . Rumah memang punya magnet tersendiri yang selalu menarik kita untuk kembali pulang. Memang sih ngga semua liriknya pas, tapi yang penting ada kata 'home-home'nya lah. Hihi. Semoga beberapa lagu ini bisa mengobati rasa rindu kalian terhadap rumah!

Gagal di SBMPTN Kedua

Saya mulai belajar SBMPTN tanggal 4 April. Untuk alumni sepertiku, itu sudah termasuk terlambat. Seharusnya saya mulai belajar sejak tahun lalu Desember 2014 lah. Tapi keinginan untuk mempelajari kembali materi SBMPTN baru mucul di bulan Maret 2015! Entah setan apa yang merasuki ku. Sebab sebelum bulan April tiap buka materinya tuh, bawaannya ngatuk dan nguap-nguap terus. Mungkin karena saya belajar dan berjuangnya sudah sendirian. Tahun lalu kan masih pada terhubung sama teman-teman, berbagi informasi-informasi, ada teman cerita. Meski teman-teman baikku sering menyemangati, tetap terasa berbeda. Saya merasa seperti ditinggalkan sementara mereka terus melaju bersama.
Tanggal 4 April saya sudah belajar serius walau frekuensi antara ngatuk-nguap-nguap berbanding lurus dengan materi yang saya baca per-halaman. Saya pun memutuskan bangun tiap jam dua pagi untuk shalat malam trus belajar sampai subuh sambil memutar instrumental di youtube, enak belajar jam segitu. Tenang dan Sunyi, saking…

Gue Dicakar Setan!!

Sudah jam 00:20 WITA. Tapi, gue ngga ngantuk, padahal gue ngga tidur siang dan kemarin gue baru tidur jam 02.30 WITA. Mungkin ini efek karena gue libur panjang. Malam ini juga gue bingung mau nulis apaan. Tunggu ya, gue ingat-ingat kejadian yang menarik.             Hmmm.....             Uhmm...             Ah! Gue ingat. Beberapa hari yang lalu, gue bangun pagi dengan seperti biasa. Pergi ke sekolah biasa. Pulang sekolah juga masih tetap biasa. Nah. Pas gue mau tidur dan cuci muka, gue lihat ke arah pipi gue yang dekat leher. Garis merah panjang. Seperti habis dicakar sesuatu.             Spontan gue lihat ke arah kuku gue. Pendek. Gue perhatiin sekali lagi bekas cakaran. Kalau memang gue mencakar pas tidur atau gue dicakar sama saudara gue, mestinya bentuknya ngga kayak gini. Ini tuh berbentuk cakaran yang panjang. Tapi Cuma segaris. Dan dalam. Seperti dicakar sesuatu. Tapi ngga perih.             Gue pun mengintrogasi anggota keluarga gue tanpa terkecuali. Jawabannya sama …